Langsung ke konten utama

LPBINU Mojokerto Rutin Berantas Nyamuk Chikungunya dan DBD di Beberapa Kecamatan

Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kabupaten Mojokerto melakukan fogging di Desa Mojogebang, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto pada Jumat (21/01/2022).

Sinergi LPBINU ini merupakan upaya mengurangi penyebaran nyamuk Chikungunya dan Demam Berdarah (DBD).

Beberapa anggota LPBINU diterjunkan melakukan fogging sejak Rabu (12/01/2022) hingga Jumat (21/01/2022). Lokasi fogging ini di antaranya di Desa Bening dan Desa Tawar Kecamatan Dlanggu, Pondok Pesantren (Ponpes) An-Nahdliyah Mangelo Kecamatan Sooko, Desa Mojokarang dan Desa Segunung kecamatan Dlanggu, Desa Kenanten Kecamatan Puri, dan Desa Mojogebang kecamatan Kemlagi.

“Untuk sementara dari desa tersebut sudah banyak yang terjangkit dan sebagian sudah kordinasi tapi belum ada pengasapan atau fogging dari Dinas Kesehatan (Dinkes),” Kata Ahmad Yani, Wakil Ketua LPBINU Kabupaten Mojokerto.

Menurutnya, dengan diadakan fogging ini untuk membantu masyarakat agar tidak resah karena penyebaran nyamuk Chikungunya dan DBD dari beberpa warga yang terserang nyamuk.

“Kami LPBINU bergerak atas peemintaan tokoh masyarakat bersama RT dan Kepala Dusun (Kadus) untuk fogging mandiri,” jelasnya.

Tim LPBINU selalu menyarankan agar masyarakat selalu membersihkan lingkungan dari jentik-jentik nyamuk agar tidak berkembang.

“Dan saya sarankan agar tiap-tiap desa atau dusun punya alat fogging sendiri untuk antisipasi dikemudian hari. 
Disini masyarakat juga merasa terbantu dengan adanya pengasapan atau fogging,” pungkasnya.

Merespon hal itu, Ketua LPBI NU Kabupaten Mojokerto Saiful Anam mengatakan, pada awalnya dirinya sering dengar keluhan masyarakat terkait kebutuhan fogging. Penyebabnya adalah beberapa tetangga mereka mengaku terkena serangan nyamuk penyebab Chikungunya.

“Akhirnya kita membeli alat fogging dan melayani kebutuhan fogging masyarakat. Harapan kita agar upaya fogging ini benar-benar bermanfaat untuk masyarakat,” harapnya.

Penulis: Yulia Novita Hanum

Komentar

  1. LPBI MEMANG CEPAT DAN TANGGAP DALAM MENERIMA ATAU MERESPON SUARA MASYARAKAT

    BalasHapus

Posting Komentar